Komunitas Pengusaha Syariah -->

Hukum Jual Beli Follower Medsos

Assalamualikum wr.wb sahabat KPS
Artikel kali ini kita akan membahas tentang hukum jual beli follower di media sosial.

Kita ketahui bahwa banyak sekali Online Shop seperti halnya di Instagram yang memeli follower dengan tujuan "AGAR TAMPAK RAMAI"

Bukan hanya online shop, bahkan akun pribadipun mungkin pernah membeli follower dengan harapan "TAMPAK TERKENAL"

lalu bagaimana hukumnya? Silahlan simak video berikut :


Jika anda membeli follower Pasif (robot) maka disini anda berupaya untuk menipu orang yang mengunjungi sosmed anda.

Jika anda membeli follower aktif (Indonesia real human), kebayang gak dari mana data akun itu di dapat. Bisa jadi di hack bukan?

InsyaAllah, Semoga kita terhindar dari segala macam bentuk larangan-larangan Allah SWT.

Semoga bermanfaat

Kenapa belajar Email Marketing?


Assalamualaikum wr.wb
Waktunya Bongkar-bongkar dikit tentang Email Marketing dari saya

Beberapa dari kita mungkin masih berfikir fungsi Email hanyalah sebagai media penyampaian pesan saja, namun seiring perkembangan zaman, fungsi email sendiri bukan hanya sekedar penyampaian pesan layaknya aplikasi Chating seperti Whatsapp / Telegram / Line / BBM, dll.

  • Mendaftar facebook pakai email
  • Main game pakai email
  • Login kemanapun rata-rata pakai email toh?
Bayangkan berapa banyak anda telah menggunakan email anda untuk mendaftar di situs tertentu, dan berapa banyak orang yang telah mendaftar menggunakan email di situs tersebut.

Di era digital saat ini tentunya fungsi email juga terus berkembang, dan bagi orang-orang yang melihat peluang ini, maka ia akan manfaatkan seoptimal mungkin, tentunya salah satunya adalah untuk jualan.

Oke tanpa basa basi lagi, mungkin ada yang bertanya "Bagaimana bisa berjualan lewat email?, siapa pula yang mau beli lewat email".

Tahukah Anda saat artikel ini ditulis saya telah mengumpulan kurang lebih 200 an database email  dan InsyaAllah akan terus bertambah seiring usaha dan ikhtiar saya.

Oke kita masuk ke Cerita nya! berjualan melalui email

Dengan Email marketing, ketika saya berjualan dengan mem broadcast kan produk saya, anggap aja open rate email saya (yang membaca) sekitar  35%, berarti yang membuka / membaca email saya sekitar 70 orang.


Dan anggap saja dari 70 orang yang membaca, 10% membeli produk yang saya tawarkan, artinya 7 orang yang akan membeli.


27 Resi Penjualan online

Mohon maaf bukan bermaksud sombong, tapi ingin memotivasi bahwa "Ya InsyaAllah Kita Pasti Bisa", jumlah 27 itu masih sangat sedikit, terus berusaha dan capai target ribuan hingga jutaan penjualan.

oke balik lagi pada cerita diatas, bayangkan jika 1 produk kita ambil untung Rp. 30.000 yaps dikali 7 maka Rp. 210.000. lumayan bukan? dan ini bukan dalam 1 bulan tapi dalam 1 atau 2 kali broadcast email. eitss tunggu dulu, bayangkan produk yang anda jual adalah produk digital anda sendiri dengan harga Rp. 200.000, maka di kali 7 menjadi Rp. 1.400.000.

dan bayangkan lagi jika tahun depan saya memiliki database email 5000 databse atau lebih, silahkan dikali-kali sendiri berapa kira-kira omset nya toh hehe.

Nah untuk mencapai target itu  tentunya semua harus dengan usaha dan kesabaran, gak ada hasil yang instan. dan Pastinya semuanya butuh Ilmu / Teknik. satu lagi pastikan perbanyak sedekah ya ^^

InsyaAllah itu lah yang akan kita bahas nantinya di Kelas Online Pengusaha Syariah ini berkaitan dengan Email Marketing, masih banyak lagi yang harus saya jelaskan, tapi gak mungkin bongkar-bongkar semua disini toh. 

yuk Join kelas dulu.

Salam DUIT,
Fadil A.E

(Kisah Inspiratif) Melunasi Hutang Riba

Dalam sebuah milis yang dikelola oleh PengusahaMuslim.com ada sebuah pertanyaan yang diajukan oleh member sebagai berikut:

Assalaamu’alaikum warahmatullah.

Ustadz yang saya hormati,
Akhir-akhir ini saya beserta istri sedang galau. Ceritanya begini. Saya seorang pegawai yang bekerja di instansi pemerintah yang alhamdulillah telah beristri (Insya Allah) salehah dan Allah mengaruniakan kami 5 orang anak.

3 tahun yang lalu kami meneken akad kredit pada salah satu bank pemerintah dengan nominal lumayan besar untuk mendaftar haji 2 orang (saya dan istri) dengan perhitungan ketika tahun pemberangkatan haji, hutang kami telah lunas.

Setelah kami banyak membaca dan belajar hukum Islam, kami meyakini bahwa kami telah menanggung dosa riba (astaghfirullah). Kami kemudian berusaha keluar dari belitan dosa riba, diantaranya dengan keluar dari Koperasi (KPRI) dan sekarang mencoba keluar dari kubangan riba yang lain, yakni hutang kami ke bank tersebut, dengan cara kami berencana menjual barang-barang yang kami miliki, namun menurut hitung-hitungan saya tidak akan mencukupi untuk melunasi hutang tersebut, sedangkan apabila mencari pinjaman kepada Saudara tidak mungkin mengingat semua keluarga kami dalam kondisi ekonomi yang alhamdulillah pas-pasan.

Apakah saya harus menjual sebidang tanah yang saya miliki agar dapat melunasi hutang kami? (Saya memiliki sebidang tanah yang apabila dijual mungkin hampir dapat melunasi hutang).
Demikian, mohon solusinya. Terima kasih.

Wassalaam,
Hamba Allah-Purbalingga, Jawa Tengah.

Tanggapan dari ikhwan member milis PM-Fatwa:

Bismillah ,sekedar berbagi pengalaman tentang terjerat riba. Pengalaman bapak pernah saya alami sebelumnya dan saya selain hutang riba juga terjerat kartu kredit sampai 11 kartu. Setelah saya mengikuti pengajian sana sini dan membaca buku akhirnya saya bertobat dari riba. Karena riba membuat hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan debitur.

Walaupun orang lain melihat kehidupan kita punya mobil ,rumah besar dll. tapi semua itu hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami. Maka akhirnya saya sekeluarga bertobat untuk menghindari riba dan kartu kredit.

Akhirnya saya jual semuanya yang saya miliki mobil, trayek jemputan, rumah, motor dan semua yang saya miliki dari hasil riba saya jual guna menutupi hutang-hutang riba. Saya mulai dari kehidupan dasar lagi dengan mengontrak rumah kecil di area pesantren karena anak-anak kami sekolah di pesantren .

Dengan keikhlasan kita dan benar-benar taubat, maka Allah mengabulkan permintaan saya sekeluarga. Dan saat itu pula setelah saya jual semua yang saya punyai dari hasil riba, saya dapat panggilan kerja ke Saudi arabia di sebuah perusahaan perminyakan. Dan akhirnya saya sekeluarga hijrah ke Saudi Arabia sampai sekarang. Dan Alhamdulilah, Allah kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan segala urusan saya sekeluarga serta bisa melunasi semua hutang-hutang riba dan kartu kredit. Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah tempat kerja sekarang dekat dengan Mekkah dan Madinah, sehingga tiap bulan kami bisa umroh .

Inilah kisah pengalaman saya yang terjerat riba semoga Bapak sekeluarga tidak usah ragu untuk menutup hutang riba, pertolongan Allah sangat cepat

Wassalamualaikum

Dari Bpk Edi di Saudi Arabia



5 Teknik Memulai Bisnis Syariah

Assalamualaikum wr.wb

Banyak diantara kita atau sahabat-sahabat kita yang ingin memulai bisnis, namun tak jarang kita mendapati kebingungan, dan timbul pertanyaan-pertanyaan seperti :

Mau buka bisnis apa ya?
caranya gimana ya?
Modal nya berapa ya?
kira-kira keuntungannya besar gak ya?


Betul ?

Dengan membaca artikel ini, InsyaAllah berarti kamu telah memulai beberapa langkah dibandingkan sahabat-sahabat lain yang masih dalam kebingungan. Ingat sahabatku usaha itu di nilai mulai kamu "take action" bukan dari income kamu. Meskipun saat ini kamu belum memiliki penghasilan, tetapi kamu sudah memulai usaha itu, karena kamu mulai nih mencari info-info seputar bisnis. Pesan saya setelah kamu membaca artikel ini, kamu harus langsung terjun ke bisnismu dengan planing-planing yang dahsyat.

Nah berikut ada 5 Teknik yang harus kamu ketahui dalam memulai usaha :



1. Tekad dan Motivasi diri
Banyak orang yang ingin memulai usaha, tapi takut rugi. Banyak yang sudah punya usaha tapi gak berani mengembangkan karena modal pas pasan. Nah ini ni ciri-ciri orang yang gak punya tekad "Saya mau, tapi takut". Sampai kapanpun jika kamu masih dilanda ketakutan, maka hasilnya = 0 sobat. Dalam kondisi seperti ini yang kamu butuhkan adalah Motivasi diri, teruslah mencari info-info, ide-ide, peluang-peluang usaha dan lihatlah sejarah para usahawan-usahawan terkenal. Semua butuh proses, gak ada yang instan

2. Berbisnis karena Berpahala
Tanamkan dari sekarang "Bisnisku adalah Ibadahku". Bisnis atau usaha yang kita mulai dengan tujuan dan niat agar di Ridhai Allah SWT, maka bisnis itu akan melesat cepat seperti anak panah yang "on target". Serahkan semua pada Allah, karena Rezeki itu dari Allah semata :

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS. Ali ‘Imran : 159

Rezeki merupakan urusan Allah Ta’ala, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo’a.

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al ‘Ankabuut : 60

3. Passion Or Opportunity
Mualai dari sekarang, kamu tentukan bisnis apa yang mau kamu buka dengan ortientasi "Jangka panjang". pada dasarnya ada 2 pilihan bisnis, yaitu bisnis sesuai kemampuan dan keingingan (hobi) dan bisnis karena adanya peluang pasar. Nah jika kamu memiliki potensi diri yang besar dkamu tinggal mengembangkannya, sebagai contoh ahli dalam programer atau pembuatan aplikasi android / Pembuatan baju, sepatu, kopiah, dll yang bisa kamu produksi sendiri.

Jikalau kamu bingung dan merasa belum bisa kembangkan potensi kamu untuk bisnis, maka lihatlah pasar di kotamu. Apa sih peluang terbesar yang mudah diterima masyarakat ?, contoh yakni usaha kuliner, fotocopy, dll. Pasti disekitarmu ada peluang itu, karena Rezeki itu ada dimana2, kitanya aja yang bingung, karena belum tawakal seutuhnya.

4. Modal
Simpel satu kata tapi melejit di hati, hufft "dapat modal dari mana ya?". tolong hilangkan kata hufft, karena perkataanmu adalah doamu dan ribuan malaikat juga akan mendoakan "hufft". Gantilah kalimat di atas dengan "Saya pasti bisa, saya pasti ada modal".

Haloo sahabtku, jaman sekarang bisnis bukan soal mikirin modal, ingat modal dasar itu ada 2. yaitu modal uang dan modal "DUIT" (DUIT = Do'a Usaha Iman dan Taqwa). udah punya potensi sesuai passion berarti itu sudah ada modal.

namun yang jadi permasalahan sekarang ialah udah punya modal (uang), tapi bingung mau usaha apa, yap jawabannya ada pada point no 3 diatas. Jika kamu benar-benar tidak memiliki uang untuk memulai usaha, maka kamu dapat memanfaatkan teknologi digital saat ini "The Digital Marketing". Banyak toh bisnis online tanpa modal yang syariah. Example 
  1. Reseller/Dropshipper (Pastikan ada akad antara kamu dan produsen, serta tarnsparan/jujur) gak ada akad berarti haram. Baca halal/haram Dropshipper
  2. Jual jasa, misal kamu bisa instal ulang atau repair laptop / hp, pengetikan, pembuatan blog/web, desain, dll
  3. Jadi freelancer, ada banyak tuh situs penyedia freelancer (kerja lepas), seperti sribulancer, project, gobaan, dll. kamu tinggal terima job2 yang tersedia, kalau di apply Alhamdulillah kan (saya pernah dulu membuat 30 artikel dengan bayaran 300k, lumayan kan dan itu dikerjakan  kurang lebih 1 minggu).
  4. dan masih banyak lagi search ada di Google
5. Sabar dan Konsisten
Barangkali kamu udah nemuin usaha yang pas, tapi income nya masih belum seberapa. nah disini yang kamu butuhkan adalah kesabaran. Sabar yang bagaimana?, sabar bukan berarti kamu hanya berdiam diri dan menunggu, tapi berarti melihat kembali planing-planing usaha kamu, dan memperbaiki kesalahan/kekurangan yang ada.

Setelah sabar tentunya kamu harus konsisten, jangan bentar-bentar, "eh gak cocok bisnis ini rasanya, gak banyak untung, ganti aja ah". hey hey hey sobat, kamu harus konsisten, jangan bentar-bentar ganti. Mungkin saat ini belum besar income nya, tapi sabar dulu, jalani dulu, tunggu rezeki yang luar biasa datang dengan kesabaranmu.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS. Al Baqarah : 153

“Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46).

“Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” Hadits Arba’in no. 19

Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit.

“Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.” QS. Yunus : 17

“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” QS. Ath Thalaaq : 2-3


"Alhamdulillah 5 teknik diatas sudah saya baca, InsyaAllah akan saya terapkan". saya doakan makna InsyaAllah berarti 90% akan saya lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabatku sekalian. Jika kamu Sukses jangan lupa Sedekah, Karena harta yang paling uatama ialah apa yang kamu sedekahkan. 

Terimakasih,
Original Artikel by : Fadil Aditya Edwin (Admin Komunitas Syariah)

Sumber : 
http://pengusahamuslim.com/362-bagaimana-cara-memulai-usaha-sendiri-versi-pengusaha-muslim.html

7 Jurus Ampuh Bebas Hutang

Sumber : Dewa Eka Prayoga
Tulisan : Saptuari Sugiharto

Assalamualaikum wr.wb, nah kali ini saya akan berbagi isi Ebook dari Saptuari Sugiharto yang merupakan seorang Entrepreneur penggagas #SedekahRombongan, Ebook ini saya peroleh dari coach Dewa Eka Prayoga.



Dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW sering membaca do'a: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, fitnah kehidupan & fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa & hutang." Seseorang bertanya kepada Rasul, "Kenapa tuan banyak meminta perlindungan dari hutang?" Rasul menjawab: "Sesungguhnya seseorang apabila berhutang dia akan cenderung berkata dusta & berjanji lalu mengingkarinya."(HR.BUKHARI)

7 Jurus Jitu Pelunas Hutang :

Hutang tidak bisa lunas dalam hitungan jam makwusss!! Kecuali hutang 1-2 juta dan kita pas ada uang membayarnya. Yang bikin pusing mayoritas pembaca disini adalah hutang senilai puluhan juta, ratusan juta bahkan milyaran! Atau juga yang sebel sampai ke ubun-ubun kartu kredit tiap bulan dicicil bertahun-tahun tapi gak lunas-lunas! Hehe.. Ya iyalah, sistem bunga berbunga di kartu kredit itulah yang bikin jebakan hutang tak berkesudahan.. Langkah-langkah ini saya rangkum dari ceramah Aa Gym, Ustadz Yusuf Mansur dan juga panduan yang disampaikan Ustadz Samsul Arifin lewat diskusi malam-malam via telpon kepada saya.. Yuk kita mulai! Langkah-langkah supaya bebas hutang dunia yang menjerat:

1. TAUBAT 
Minta ampun sama Allah atas perbuatan kita, apapun kesalahan kita. Ketika kita berdosa namun tidak merasa berdosa dan terus cuek bebek maka ridho Allah tidak adan turun. Dan Allah terus kirimkan kesulitan demi kesulitan yang mencengkeram hidup kita. Nabi yang tak berdosa sehari 100 kali Istigfar. "Barang siapa membiasakan bacaan ISTIGHFAR, maka Allah akan menjadikan untuknya KELAPANGAN dari setiap kesedihan dan JALAN KELUAR bagi setiap kesempitan, serta Allah karuniakan REZEKI kepadanya dari arah yang tidak di sangkasangka. (Hadist Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah & Baihaqi) Ngaku deh, semua hutang apapun bentuknya bikin hidup sumpek, dada sesek, gairah mendlep!

2. BERAZAM HUTANG LUNAS 
Maksudnya adalah bercita-cita dengan sungguh-sungguh hutang lunas! Bukan hanya di bibir pengen hutang lunas, tapi besok masih cari hutangan kesana-sini, wah! Pada level ini harus berani ngomong: saya kapok berhutang dan berjanji tidak akan berhutang lagi! Tidak akan nambah hutang lagi!

3. MENJUAL ASSET 
Banyak yang menahan hutangnya, padahal dia masih punya asset yang bisa dijual dahulu untuk menutup sebagian atau malah seluruh hutangnya. Hutang mobil sampai nunggak bayar tapi terlalu sayang sama mobilnya, kalo dijual apa kata dunia?! Saya gak gaya lagi dong mas!.... Haiyaaah! Makan tuh gaya. Atau ada yang hutang modal kerja dengan cicilan flat misal 5 juta/bulan, tapi usaha bangkrut.. modal ludes! Terus? Ya sisa usaha apapun dijual.. Barang-barang apapun yang bisa jadi duit lepaskan untuk mengurangi beban hutang, termasuk menjual barang-barang pribadi yang tidak ada hubungannya dengan usaha itu.

4. MENCICIL LEBIH BANYAK 
Banyak yang punya hutang, tapi juga punya penghasilan tetap tiap bulan. Kuncinya MENUNDA SEMUA KESENANGAN, alokasikan dua sampai tiga kali lipat untuk membayar hutang. Semakin kita mengurangi pokok, beban cicilan juga berkurang. Kalo yang punya usaha, stop dulu ekspansi. Tiap dapat untung langsung hajarrr buat nyicil hutang lebih banyak. Asset kantor yang bisa dijadikan uang juga dilepas saja, bikin list semua barang di kantor apa saja yang bisa diuangkan, dan selama ini hanya mubazir menuh-menuhin ruangan.

5. LEVEL PASRAH DINAIKKAN! 
Yakin bahwa selama kita punya niat baik berikhtiar, Allah akan memberi jalan. Kalo kata AaGym "ini episode yang harus dihadapi dalam hidup kita.. ya hadapi saja, gak usah mengeluh! Kembali ke Allah, karena hanya Allah Yang Maha Pemberi Solusi. Delapan tahun lalu bisnis saya hancur, karena yang dikejar hanya ketenaran dan uang. Sekarang semua bangkit kembali, yang datang ke pesantren ini banyak lagi sampai kita nolak-nolak santri" Ustadz Yusuf Mansur berkata "mau ludes ya ludes deh! Ini cara Allah membersihkan hidup kita. Gakpapa kita bangkrut, yang penting hidup dan harta kita juga dah bersih, nanti pelan-pelan bangkit lagi, yakin seyakinnya Allah bakal kasih jalan. Saya dipenjara karena sesuatu yang diarahkan ke saya oleh orang lain, ya udah terima aja, di penjara saya dapat hikmah supaya bisa bangkit lagi". 

Seorang ustadz kawan saya di Bantul kena tipu biro travel umroh abal-abal yang mendompleng di acara pengajiannya. Si biro promosi usai acara pengajian iming-iming umroh murah 15 juta, dan malam itu 5 orang ibu-ibu langsung gesek pakai mesin EDC yang disiapkan si biro, total DP terkumpul 45 juta. Besoknya si biro kabur entah kemana.. Abal abal beneran! Ustadz kawan saya itu kelimpungan dituntut mengganti uang rombongan ibu-ibu itu. Besoknya ada orang datang membawa uang 42 juta untuk membantu pembangunan pondok pesantrennya. Cobaan datang lagi, uang itu tercecer di perjalanan ketika mengisi pengajian, uangnya entah kemana Pusing! Puyeng! Dihantam dua masalah berurutan. Satu-satunya tempat mengadu ya hanya kepada Allah, kita ngadu kepada manusia juga belum tentu dia ngasih solusinya. Setiap malam dia berzikir: Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mannasir (Cukup bagiku Allah sebaik-baik pelindung dan penolongku) Hingga 450 kali rutin tiap malam. 

Dua minggu kemudian keajaiban datang, seorang ibu yang jadi korban biro abal-abal datang bertemu ustadz, mengaku adiknya menemukan uang 42 juta dalam plastik di lokasi pengajian, uang itu sudah dibelikan motor 3 buah. Ketika berembug dan itu uang titipan sedekah, akhirnya disepakati motor itu dikembalikan untuk operasional pondok itu, juga boleh dijual, dan ibu itu bisa membujuk kawan-kawannya untuk tidak menuntut dan menyalahkan si ustadz karena kasus biro abal-abal tersebut. Kasus dianggap clear.. Selesai! Amazing! Masya Allah.. Ya begitulah cara Allah menyelesaikan masalah, dengan cara yang tidak terduga duga. Kita yang kadang hati gak yakin sehingga masalah kita tertunda-tunda.

6. KEMBALI FOKUS KE BISNIS, BUKAN KE HUTANG 
Mulai mengatur hidup kita, arahnya diluruskan kembali, yang kemarin sibuk menumpuk aset hutangan dan gaya hidup berlebihan sekarang fokus bagaimana membuat bisnis bisa berputar kembali, kerja keras lagi, pantang hutang lagi, sampai menunggu moment hutang kita lunas dengan perjuangan karena cita-cita sudah diluruskan.

7. SEDEKAH dan DOA IBU 
Dalam kondisi apapun sedekah tidak boleh berhenti. Bantu urusan orang lain agar urusan kita juga dibantu oleh Allah. Jangan lupa, minta doa dari ibu atau ayah kita.. Mereka yang sejak kecil merawat kita, doa mereka membuka pintu-pintu keberkahan dalam hidup kita. Ustadz Samsul Arifin yang punya gerakan Pengusaha Tanpa Riba sering banget mengirimkan capture chat dengan anggotanya kepada saya, orangorang yang berproses sejak berazam bebas hutang hingga hutangnya semua lunas tak bersisa! Beliau mengijinkan saya membagi chat testimoni orang-orang yang sudah bebas hutangnya dibawah ini.. Ada yang bebas dalam setahun.. Ada yang dua tahun.. Ada yang tiga tahun.. Namun proses itulah yang luarrr biasa! Mereka bisa tuh.. pasti kita yakin juga bisa Rindu pada masa-masa dulu bangun tidur tak punya hutang kan? Senyum lepas tanpa beban.. tanpa beban.. Ya Allah... Kabulkan..

Buat kamu yang ingin download Ebook secara free silahkan klik link dibawah ini :


Halal / Haram Dropship ?

Assakamualaikum wr.wb.

Terimaksih telah mensuport #komunitaspengusahasyariah, semoga ilmu kita selalu bertambah dan di Ridhai Allah SWT. Nah kali ini kita akan membahas halal atau haram penjualan system Dropship / Reseller.

Tentunya saya membuat artikel ini dengan menyertakan berbagai sumber yang jelas

Pengertian Dropship 
Dropshipping adalah teknik manajemen rantai pasokan di mana reseller atau retailer (pengecer) tidak memiliki stok barang. Pihak produsen atau grosir selaku dropshipper yang nantinya akan mengirim barang secara langsung pada pelanggan. Keuntungan didapat dari selisih harga antara harga grosir dan eceran. Tetapi beberapa reseller ada yang mendapatkan komisi yang disepakati dari penjualan yang nanti dibayarkan langsung oleh pihak grosir kepada reseller. Inilah bentuk bisnis yang banyak diminati dalam bisnis online saat ini.


Hukum Menjual Barang yang bukan Miliknya
Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ مِنْ السُّوقِ قَالَ لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, Tirmidzi no. 1232 dan Ibnu Majah no. 2187. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).

Di antara salah satu bentuk dari menjual belikan barang yang belum menjadi milik kita ialah menjual barang yang belum sepenuhnya diserahterimakan kepada kita, walaupun barang itu telah kita beli, dan mungkin saja pembayaran telah lunas. Larangan ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلاَ يَبِعْهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ

“Barangsiapa yang membeli bahan makanan, maka janganlah ia menjualnya kembali hingga ia selesai menerimanya.” Ibnu ‘Abbas mengatakan,

Berdasarkan hadist diatas bahwa jelas hukum dropship itu bisa dikatakan haram apabila barang tersebut tidak kita terima terlebih dahulu melainkan penjual langsung mengirim ke pembeli tanpa kita terima terlebih dahulu.

Solusinya ialah Reseller, beli dan terima barang tersebut terlebih dahulu di tangan anda, baru jual kembali kepada orang lain dengan margin yang sesuai (Harus Transparan/jujur)

Halal Dropshipper apabila ada akad yang jelas

Droshipper bisa menjadi halal, apabila kita berperan sebagai agen marketingnya. Alias ada akad dulu dengan produsen, dimana kalau kita bisa menjual produknya kita bisa memperoleh komisi yg jelas sesuai perjanjian.

Berikut video penjelasan Ust Khalid Basalamah tentang Dropship yang halal


Sumber lainnya :

Yang jelas transparant/jujur dan pastikan ada akadnya

https://youtu.be/6jIG1G9l2ek

https://youtu.be/q471gwDEQ4k

Dari video ini jg diperjelas klau sistemnya agen akadnya jlas dn kta memperoleh komisi maka halal

https://youtu.be/0E70o7HDkxY

Silahkan lihar referensi lainny, klau bsa cba tnyakan pertanyaan d atas kpd ustadz di sekitar kita 🙏

Afwan smga membantu

untuk lebih jelasnya lagi silahkan nonton video-vdeo lainnya. Karena masih banyak perbedaan pendapat antara ustadz-ustadz mengenai hukum dropship ini. Semoga artikel ini bermanfaat

Yuk gabung di Komunitas Pengusaha Syariah, Klik Disini